Oleh: har212 | Januari 25, 2013

ATIS ( Audio Telecommunication Intelegent System )

ATIS (Audio Telecommunication International Systems), adalah sebuah generasi baru dari Instant Recall Recorders (IRC) dalam teknologi solid-state, yang dapat dikoneksikan ke dalam audio source berupa telepon atau handphone GSM/AMPS/CDMA dan akan merekam atau menyadap seluruh komunikasi suara dengan kapasitas aktif lebih dari 680 menit dan 1000 panggilan yang berbeda. Kompresi algoritma yang ada di dalam ATIS telah memperbesar kapasitas penyimpanan dan kualitas suara yang cukup jernih. Dengan menggunakan koneksi telepon, ATIS dapat mengidentifikasi penelepon, waktu telepon dan nomor penelepon via RS 232 link built-in.

Pada zaman dulu, di medan pertempuran, media komunikasi yang harus mendapat pengamanan ekstra adalah radio komunikasi. Pasalnya cara kerja radio komunikasi pada saat peperangan terjadi masih menggunakan frekuensi radio, yang terbuka untuk umum sehingga sangat berisiko disadap musuh. Hal ini disebabkan oleh gelombang suara yang bisa ’’meluber” ke mana-mana.

Lalu apakah telepon kabel/ tetap (fixed line) lebih aman, dalam arti antisadap? Ternyata tidak sebab penyadapan tetap dapat dilakukan, bahkan caranya relatif lebih mudah. Kita tinggal melakukan tapping atau melekatkan kabel guna menangkap sinyal suara yang dirambatkan pada kabel.

Di Indonesia, hal itu sudah diatur dalam UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yang diundangkan pada 11 April tahun lalu.

Semua bukti elektronik yang dipakai sebagai alat bukti ini harus memenuhi syarat-syarat dalam undang-undang. Seperti, cara memperolehnya, status hukumnya, dan siapa yang melakukan (penyadapan), harus jelas asal-usulnya.

Mengenai teknologi alat sadap itu, secara ilmiah disebut cellular digital
interceptor (CDI). Melalui ponsel yang memungkinkan mobilitas tinggi, teknologi penyadapan pun merambah ke dunia peranti mobile, yaitu dengan memanfaatkan rambatan sinyal ponsel di udara.

Sistem intersepsi digital pada ponsel ini ditemukan dan telah dipatenkan pada 1 Januari 2002 oleh Peter Suprunov di Amerika Serikat (AS).

Seseorang bisa saja gonta-ganti nomor ponsel, tetapi jika dia masih menggunakan ponsel yang sama, tetap saja bisa tersadap karena international mobile equipment identity (IMEI)-nya sudah terekam oleh sistem.

Alat ini memang canggih. Begitu nomor disadap, dia langsung merekam mesin ponselnya, termasuk posisi geografisnya pun bisa dilacak. Jika posisinya telah terlacak, petugas lain akan mendatangi lokasi target sambil membawa unit yang lebih portabel. Penyadapan tentu tidak bisa berlaku surut. Pembicaraan-pembicaraan sebelum seseorang disadap tidak bisa dideteksi.

Jadi, saat ini sadap-menyadap ponsel bukanlah teknologi yang sama sekali baru. Asalkan punya uang, orang bisa membeli secara bebas alatnya, yang banyak ditawarkan di internet atau di pertokoan Glodok dan Roxy Jakarta.

Sebuah situs web iklan di internet, menawarkan alat sadap bernama Reuven-GSMSL, yang disebutkan bisa menyadap telepon, faksimile, panggilan data untuk rumah, kantor, atau instansi.

Selain itu mampu merekam dan mentransfer hasil rekaman secara real-time melalui jaringan GSM kepada nomor lain, baik itu ponsel ataupusat monitoring. Alat itu mudah dioperasikan dan dapat di-setting jarak jauh dengan men-dial nomor GSM yang telah dimasukkan ke dalam perangkat tersebut.

Jika kita tidak bisa membeli apat penyadap, apakah kita bisa meminta data pembicaraan melalui operator ponsel? Jawabnya: tidak bisa.
Soalnya berdasarkan UU Telekomunikasi No 36 Tahun 1999 disebutkan bahwa setiap penyelenggara jasa telekomunikasi wajib merahasiakan data pelanggan mereka.

• Cellular Intercept (CDMA)
Cellular Monitoring CDMA Intercept model G-Com 2066 merupakan alat yang digunakan untuk menangkap, menyimpan, dan dan juga buisa memutar kembali percakapan telephone dari jaringan telephone selular CDMA. Alat ini digunakan oleh penegak hokum dan juga lembaga pemerintahan untuk memantau dan menyimpan percakapan telepon seluler CDMA dari tersangka kriminal, militan, teroris, dan mereka yang melakukan spionase.
G-Com Intercept 2066 CDMA juga berfungsi sebagai SMS Intercept, mampu menangkap SMS (layanan pesan singkat). Intercept CDMA merupakan sistem pasif, di mana tidak ada sinyal yang dikirimkan dari sistem alat tersebut. Selain itu, Intercept CDMA tidak mempengaruhi komunikasi selular antara handset ponsel dan penyedia layanan selular. Oleh karena itu, jaringan telepon seluler tidak menerima gangguan elektromagnetik.
Sistem cellular intercept beroperasi secara otomatis mendeteksi sinyal dari jaringan CDMA. Selain bekerja sebagai mobile phone intercept di jaringan CDMA, alat ini juga mengangkap kanal control dan juga percakapan dengan melalui kanal trafik.
• Cellular Intercept (GSM)
Cellular Monitoring GSM Intercept model GSM 3060TP adalah alat yang digunakan untuk menagkap sinyal dari jaringan GSM. GSM Interception digunakan untuk untuk pemantauan selular ponsel dengan menyadap percakapan. Alat ini digunakan untuk penegakan hukum dan juga lembaga pemerintah.
GSM Interceptor juga dapat merekam secara real time dan menyadap pembicaraaan dari penggunak jaringan GSM. Alat ini biasanya digunakan oleh penegak hukum untuk memantau dan menyimpan percakapan telepon dari seluler GSM untukkepentingan hukum.

 

 

http://anjarpras.blogspot.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: